Jumat, 21 Oktober 2011

Posted by Rizky Ramadhani On 10/21/2011 12:18:00 AM
"Dikantin Asrama"
Oleh Rizky Ramadhani

melempar jenuh petiknya dalam ragu
alunan selentingan bernyanyi
berlari, meninggi, ikuti langkahnya
jiwaku ada masuk ke rasa
cinta, jiwa makna, suara
terus tertawa, senyum, dan teriakkan hatimu




"Ilham Tak Manja Seperti Kita"
Oleh Rizky Ramadhani

risaukan mataku lelah
berbisikku dalam hening
sepi, asramanya

jika kita tertawa bahagia karena ayah
bunda, maka kita dusta
udara ini terlalu manis untuk
para yang tertinggal
seakan menertawakan kita, anak mamih

manja, tak tahu diri
cetakan murahan kejenuhan

ini sebuah potret kita
semakin malam tetap terang

senyum, maniskan, rasa cinta
biarkan pucuk-pucuk bambu
mengeluh
seakan kita murka pada
sandaran. diam kau!
kita ini manja



"9111"
Oleh RR

ketika gamelan mengeluh
kepal jarinya hampa tanpa pola
tak terdengar
pada kerancuan suara ku bertanya
siapa mereka?



"Katakan Kau Bisa"
2 September 2010, oleh RR

asah penamu
malasku mengutuk otak
mataku memelas
ingin tahu mimpi nanti malam
terdiam bertulis dingin
tak melangkah menatap terus

harapku jangan kau tiru
panah ruangmu katakan kau tahu
jangan diam. berseterulah!
biar saja temanmu inginkan
pada sajak-sajak bungkammu

tetap tenang. rasakan celah itu
semakin tajam tak pelak kau masuk
tunggu, jangan berlama
pejamkan lagi
aku seirama
kita mulai dan kau bisa



"Tapal Senja"
2 September 2010, oleh RR

kita berdua, berdiskusi
pada alam seraya cinta
bungkam canda peluk asmara
merona, senja, barat kelabu
menanti waktu membunuhnya
kelak nanti, saat buta kita
bayangkan makna disana



"Bicara"
Oleh Rizky Ramadhani

ada orang yang membuang makan di mang engking
ada orang yang berdebat soal kemiskinan
ada orang yang teriak-teriak di DPR
ada orang yang berjam-jam bersua
ada orang yang menghabiskan dompetnya
ada orang yang bercinta di kempinski

tapi ada orang yang menangis kelaparan
ada yang membayar diri demi uang
ada yang menjual koran meski hujan
ada yang tak bisa kesekolah karena uang
ada yang tak kenal waktu demi nasi
semua itu ada
ada dalam catatan kita tanpa perduli
biarkan mereka hidup dalam hidupnya



" Apakah kita "
Oleh Rizky Ramadhani

sekarang aku adalah batu
tak tergerak, berpikir akan tanya
semakin lama semakin keras
menjawab tentang apakah kita
kita yang malang meratap tanya
siapa sebenarnya kita?

kita terlahir dan merangkak
pada jawaban yang tak terbantahkan
bahwa entah esok, kita adalah tanah
masih merasakan derap nafas
untuk berbuat dan tujukan tujuan
mari merenung soal hati, nilai, dan..
cinta

0 komentar:

Posting Komentar